Thursday, July 1, 2010

Sebuah catatan kehidupan (2) : - Hubungan Cinta dan Bis Kota -

Taken From my old Facebook's Note (Sunday, April 26, 2009 at 6:10am)

Hikmah bisa kita temui dan kita pelajari dimana aja..

Dalam Hidup ini banyak hal yang kita temui.. sayangnya jarang sekali dari kita berkeinginan untuk memahami dan belajar dari hal - hal kecil yang kita jumpai selama kita bernafas..

Tidak ada hal yang sia-sia yang diciptakan Tuhan di muka Bumi ini, semua nya mempunyai guna dan bermakna, tergantung dari diri kita untuk membuka mata serta hati untuk memahami semua itu..

- Hubungan Cinta dan Bis Kota -

Judul yang di atas kelihatan aneh ya??.. mungkin ada yg bertanya-tanya : "gile nih vino, mungkin dia mantan the preman terminal atw kenek bis kota kali ye ? ".. hehehe ^^!!

Lalu Hubungannya seperti apa dan yang bagaimana ??

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis....

- Sebuah bis datang, dan terkadang kita bilang, "Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan enggak bisa duduk nyaman neh! aku tunggu bis berikutnya aja
deh....

- "Kemudian, bis berikutnya datang. Kita melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih, enggak bagus lagi.. enggak mau ah.."

- Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.....duhh !

- Bis keempat berhenti di depan kita... Bis itu kosong, cukup bagus, tapi terkadang kita bilang, "Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku". Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kita mulai sadar bahwa kita bisa terlambat pergi kekantor. Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama, kita akhirnya sadar kalau kita salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral dari cerita ini:

sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar "ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.

Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.... tapi kita masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kita menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kita tunggu?

No comments:

Post a Comment